Nina Mariana

Blog Seputar Kesehatan, Obat & Terapi

 


Cegah, kontrol Hipertensi dan Asam urat pada Lansia
Sumber: AI


Topik materi pencegahan dan penanganan hipertensi dan asam urat telah dipaparkan oleh penulis saat penyuluhan di sekolah lansia Pondok Gede pada tanggal 23 Mei 2026. 


Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan fisik yang dapat memengaruhi kesehatan. Perubahan tersebut dapat terjadi pada jantung dan pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, tulang, hingga sistem kekebalan tubuh. Contohnya, perubahan pada dinding pembuluh darah karena faktor usia yaitu terjadi penebalan dinding pembuluh darah, sehingga meningkatkan kerja sistem pembuluh darah dan berdampak peningkatan tekanan darah. Contoh lainnya, perubahan pada fungsi ginjal yang menurun. Pada lansia, masalah kesehatan yang paling sering ditemukan adalah hipertensi dan asam urat. Kedua penyakit tersebut, berkaitan dengan perubahan sistem organ, selain faktor lainnya.



Hipertensi dan asam urat sering kali dianggap penyakit ringan, padahal keduanya dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak dikendalikan. Kedua penyakit ini dapat dicegah dan dikontrol walaupun sudah usia lanjut, yaitu melalui pola hidup sehat, pola makan yang baik, aktivitas fisik, serta pengelolaan stres dan ibadah yang menenangkan jiwa.



Mengenal Hipertensi


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer/esensial yang paling banyak ditemukan, serta hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti gangguan ginjal atau hormonal.



Faktor risiko hipertensi terdiri dari faktor yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Faktor yang dapat dikendalikan antara lain pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, berat badan berlebih, merokok, dan stres. Faktor yang tidak dapat dikendalikan yaitu usia yang semakin bertambah, jenis kelamin, faktor genetik, dan etnis atau ras.



Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting dilakukan, terutama pada usia dewasa dan lansia.



Peran Ketenangan Jiwa dan Ibadah


Selain pengobatan medis, ketenangan jiwa juga berperan dalam menjaga tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan khusyuk dapat membantu menurunkan stres dan memberikan efek relaksasi pada tubuh. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 45 menyebutkan bahwa “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…”. Ketika seseorang menjalankan ibadah dengan hati yang tenang dan fokus, tubuh menjadi lebih relaks sehingga denyut jantung dan tekanan darah dapat lebih terkontrol.



Mengenal Asam Urat


Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin di dalam tubuh. Jika kadarnya terlalu tinggi, maka dapat terjadi hiperurisemia akibat ketidakseimbangan pengeluaran asam urat dari dalam tubuh dengan produksi asam urat yang berlebih di dalam tubuh. Hiperuresemia memicu nyeri dan pembengkakan sendi. Pembengkakan terjadi, apabila asam urat telah menjadi bentuk kristal. 



Penyebab hiperurisemia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu primer (faktor genetik dan proses metabolisme tubuh) dan sekunder (pola makan tinggi purin, obesitas, konsumsi alkohol, dan penyakit tertentu).



Makanan yang tinggi purin seperti jeroan, seafood tertentu, daging merah berlebihan, serta minuman manis perlu dibatasi. Sebaliknya, konsumsi air putih yang cukup, sayur, dan buah-buahan dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil.



Pola Makan DASH dan Aktivitas Fisik


Salah satu pola makan yang direkomendasikan untuk penderita hipertensi adalah pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini menekankan konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta protein rendah lemak. Demikian juga untuk pola makan yang rendah purin, dapat mencegah dan mengontrol asam urat.



Selain pola makan sehat, aktivitas fisik ringan hingga sedang juga sangat penting dilakukan secara rutin minimal 30 menit setiap hari. Aktivitas sederhana seperti menyapu, mengepel, berjalan kaki, atau mencuci kendaraan dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan sendi.


Hipertensi dan asam urat bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Namun, dengan pengetahuan yang baik, pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan, kedua kondisi ini dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup seorang lansia
tetap optimal.




Sumber:

1. Nina Mariana, PPT penyuluhan, 2026

2. Daley SF, Vadakekut ES. The DASH Diet: A Guide to Managing Hypertension Through Nutrition. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482514/



Tidak ada komentar: